Hari minggu, 04 Oktober 2009 yang indah memberikan semangat tersendiri bagi para peserta workshop jurnalistik di Surau Baitul Amin(SBA), Sawangan. Dengan diikuti 30 orang peserta dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang pekerjaan.
Sebagai agenda pembuka pelatihan kali ini, dilaksanakanlah sholat dhuha berjamaah yang dilaksanakan di masjid yang memberikan nuansa keteduhan, dan dengan rona keceriaan mereka memasuki ruang pelatihan.
Abangda H. Akhmad Syukron Bestari,SE,MMsi, pemuda tampan kharismatik yang akrab di panggil dengan Bang Arie ini adalah seorang Pimpinan Baitul Amin Media Groups (BAMG), komandan ANSHOR dan FIFAS, sekaligus pengurus SBA, berkenan membuka acara Workshop Jurnalistik.
Dalam kesempatan itu beliau mengungkapkan Baitul Amin.Org adalah media yang pertama kali hadir di SBA, dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada jamaah surau di daerah maupun luar negeri. Dimana keberadaan surau sekarang sudah mencapai lebih dari 650an surau yang tersebar hampir diseluruh pelosok nusantara bahkan manca negara, seperti Malaysia dan Amerika, yang pada awal peluncurannya hanya memberikan informasi tentang jadwal suluk dan agenda kegiatan SBA saja, namun sekarang sudah berkembang menjadi webside.
PENALTI (Pelatihan penulisan dan jurnalistik) yang dilaksanakan pada januari 2008 di SBA. Dari kegiatan PENALTI, menimbulkan inspirasi diterbitkannya buletin Flights pada Februari 2008, buletin ini dibuat khusus untuk meliput dan menampilkan tulisan tentang kegiatan pelatihan yang ada di Surau Baitul Amin (SBA), dengan tujuan agar jamaah Tarekat Naqsabandy (TN) di daerah mampu melihat, memahami dan mencontoh kultur di Surau Baitul Amin Sawangan. Buletin Flights ini sengaja penerbitannya digabung dengan Buletin Gema Panca Budi, Medan untuk memudahkan pendistribusian di seluruh surau di dunia.
Kegiatan “Tabligh Akbar” adalah sebuah momentum yang memberikan ide dan inspirasi bagi Bang Arie untuk meluncurkan Buletin Mozaik Surau pada April 2008. Hal ini dimaksudkan untuk memberi satu ledakan kecil yang ditujukan kepada masyarakat sekitar surau, agar mereka mengetahui kegiatan-kegiatan di SBA khususnya.
“Mozaik sendiri sebenarnya terbit pertama kali jauh sebelum tabligh akbar (November 2008), sebagai bentuk sosisalisasi dan agar masyarakat di area yang lebih besar mengetahui dan mengenal kegiatan-kegiatan di Surau Baitul Amin (SBA) terlebih dahulu”, sambung Bang Arie sambil melemparkan senyum kepeda peserta workshop Jurnalistik.
“ Dengan menulis ke media yang telah disediakan di SBA ini, berarti juga berdakwah, misalnya membuat tulisan tentang kegiatan pelatihan yang diadakan di SBA dan menuangkannya ke sebuah tulisan yang di baca dan bermanfaat bagi orang disekitarnya” ungkap Bang Arie di sela-sela sambutannya “Dengan penulisan ini akan memberikan manfaat bagi orang lain dan sebagai sarana dari pengabdian terhadap Tuhan, yang artinya Ubudyah juga namanya”, jelas sang komadan Anshor dan Fifas ini sambil tersenyum.
“ Ubudyah adalah keadaan seorang hamba yang ikhlas dan ridlo terhadap semua yang telah ditetapkan Tuhan, dengan pengagungan, pengharapan dan penghambaannya terhadap Tuhan.Ubudiyah berarti amalan dari orang-orang yang terpilih ” tutur Ir. Bambang Mulyantono (Bang Bams), seorang wartawan senior dari majalah Poultry ini, dalam kesempatan itu pula pria yang tampak berwibawa dengan kumisnya ini mengajak para peserta untuk Nandhur kebecikan, menanam kebaikan, ungkapnya dalam ungkapan bahasa jawa yang fasih dan sempat diterjemahkan oleh bang Rhamon.
Bang Irwan Kelana, mengajak kepada seluruh peserta workshop jurnalistik untuk menyukai dan menggemari penulisan. Karena dari pengalamannya menulis, beliau dapat menikmati berbagai keasyikan yang dirasakan, seperti keliling dunia gratis, bahkan sempat berbincang dengan tokoh-tokoh utama dunia serta menunaikan ibadah haji gratis dengan fasilitas VVIP langsung dari kerajaan Arab Saudi.
Untuk saat ini internet dapat kita manfaatkan dengan baik, sebagai sumber informasi yang banyak dan layak untuk dijadikan bahan refrensi untuk penulisan. Yang tentu hal ini sangat berbeda dengan jaman dulu, dimana kita harus keluar masuk dan membeli buku hanya untuk mencari bahan tulisan, ungkap Bang Irwan Kelana, Redaktur harian umum Republika yang mengaku menikah sewaktu masih duduk di bangku kuliah dan membiayai kebutuhan hidupnya dengan menulis.
Kegemaran menulis ini di awali dengan adanya mading (majalah dinding) disekolah dan keisengannya mengirim tulisan ke berbagai koran harian. Bang Irwan sapaan akrabnya, yang kemudian mempunyai impian keliling dunia gratis. Berbekal kliping (Kumpulan tulisannya sendiri), waktu itu sekitar 240 halaman tulisan yang telah diterbitkan oleh beberapa harian umum, yang disertakan dalam lamarannya di sebuah harian umum ibukota “Berita Buana”, maka bang Irwan muda diterima sebagai wartawan.
Dari perjalanannya menulis, kerap kali beliau diundang untuk melakukan lawatan/perjalanan di berbagai daerah di dalam ataupun luar negeri, seperti negara Jerman, Malaysia, Mesir, Belanda dan bahkan Ibadah haji gratis dengan fasilitas yang sangat memuaskan dari kerajaan Arab Saudi pernah dia rasakan, serta kesempatan bertemu dengan tokoh-tokoh terkenal, seperti Yusuf Mansyur (tokoh agama), Quraisy Syihab (Duta Besar Mesir), Arifin Ilham (Tokoh Agama), Zaskia Adya Mecca (Artis Ibukota), Pimpinan Bank Syariah Malaysia, pengusaha-pengusaha besar, dan masih banyak lagi tokoh yang lain, membuat dia semakin menyukai kegiatan penulisan.
Bagi pria simpatik ini, kepuasannya ketika tulisan nya di baca langsung oleh tokoh yang dituliskannya dan bertukar pengalaman langsung dengan sesama penulis lainnya, sehingga dapat menambah wawasan. Semua itu dibuktikannya dengan adanya foto-foto yang diperlihatkannya, foto bersama Faudzil Adzim (Penulis berasal dari Jogja), Helvy Tiana Rosa (Pimpinan Lingkar pena), Habibburrahman Elshirazy (Penulis Ayat-Ayat Cinta), Yusuf Mansyur, Arifin Ilham dan lainnya.
Hanya dengan berbekal kemauan dan meluangkan sedikit waktu saja, kita akan dapat menulis, dan akan tercipta sebuah artikel penulisan. Mengakhiri pembicaraan kali ini, beliau menawarkan kepada peserta untuk membuat tulisan, dimana tulisan yang terbagus nanti akan ditampilkan di harian umum Nasional Rebuplika. Serta peluang untuk jalan – jalan gratis keluar negeri masih terbuka lebar. Tertarik..? Makanya, Ayo buat tulisan sebanyak-banyaknya dan kirim ke mozaik[at]baitulamin.org.
Tags: bamg, FIFAS, wacana jurnalistik